Postingan

Menampilkan postingan dengan label Heart Voices

Aku Masih Gadis Kecilnya Bapak

Gambar
            “Ay, kadieu (Ay, kesini)…” , panggil bapak tiba-tiba ketika aku sedang asyik bermain dengan teman-teman rumahku.               “Aya naon, Pak? Nya, sakedap (Ada apa, Pak? Iya, sebentar).” , jawabku sambil sedikit enggan dan terpaksa meninggalkan teman-temanku. Langkahku lama kelamaan dipercepat, aku tak sabar dengan panggilan bapak tersebab hari itu adalah hari istimewa bagiku, hari peringatan kelahiranku yang ke-7.             “Dieu Ay, calik didieu. (Sini Ay, duduk disini).” , bapak membuka lebar tubuhnya dan membiarkanku duduk diatas pangkuannya.             “Hmm? Aya naon ih Pak, Ayu nuju ameng (Hmm? Ada apa ih Pak, Ayu lagi main)…”             “Baca ieu (Baca ini)…” , bapak mem...

Metafora Melepaskan

Gambar
Memang mempesona, pantas untuk terpana, siapa tak suka? Menikmati lentiknya sayap kecil mengepak, mengagumi metamorfosanya yang mengagumkan. Tapi ini bukan soal si kupu-kupu, apalagi proses hidupnya yang tak mudah, penuh ancaman, penuh kesulitan, perlu kekuatan, perlu keberanian. Lebih dari itu, ilustrasi ini membicarakan sebuah metafora: melepaskan. Dahulu hinggap, takdir telah digenggaman. Hampir bertahun-tahun lamanya mendekap di jemari, kali ini, mesti dilepaskan. Ah, walau banyak yang beranggapan aku 'bodoh' , aku maklumi karena mereka belum sampai kepada titik pemahaman bagaimana rasanya menjadi: aku. Bukan saja menilai dari sekedar apa yang telah ku peroleh selama ini. Bahkan dalam urusan cinta yang sedikit pelik itu, nasehat selalu mengajarkan kita untuk melepaskan. Melepaskan apa yang belum saatnya, melepaskan apa yang belum berhak dinikmati, melepaskan apa-apa yg bisa memunculkan potensi membangkang kepada Tuhan Sang Pemilik aturan main. Yah, sedikit beralasan...

Percakapan: Tentang (Sedikit) Kejenuhan

Gambar
"Hey.." , dua ceklis terpampang dilayar beberapa inch itu. Terkirim! Tak lama kemudian, orang disebrang menjawab, "Ay Ayyy... Ada apa Ay?" "Bantu aku menghilangkan kejenuhanku, wkwk" "Hahaha, dasar ya emangnya kamu jenuh kenapa Ay..?" " Banyak yang ingin aku lakukan, tapi waktu begitu sedikit . Baru aja bangun, aktivitas pagi seperti biasa, eh sudah siang lagi. Setelah siang, lalalala, cuma rutinitas, eh udh maghrib lagi. Duh harus kerjain ini dan itu. set...set...set..... eh udah nyaris tengah malem. Duh, ngga kerasa banget waktu itu ya. Selama ini aku cuma melakukan hal yang harus aku lakukan, bukan yang ingin aku lakukan. Eh ya, adakalanya jenuh bukan? jenuh buat ngejalanin ini semua. Bisa jadi karena anggapan bahwa semua ini hanya rutinitas belaka, tak dimaknai, tak dinikmati, atau beragam pernyataan yang terasa sedikit menyudutkan. Padahal, bukannya gak boleh gitu ya? Haa iya, kadang pe...